Tarakan – Pada Kamis, 22 Mei 2025, SMAN 1 Tarakan menjadi tuan rumah kegiatan parenting yang bertajuk "Orang Tua Hebat, Remaja Sehat: Optimalisasi Tumbuh Kembang Remaja Bersama Orang Tua Hebat" di Auditorium Lantai 4. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh orang tua siswa kelas XI SMAN 1 Tarakan tentang pentingnya gaya hidup sehat, khususnya olahraga dan sarapan bergizi, bagi tumbuh kembang optimal anak-anak mereka sebagai peserta didik. Kepala SMAN 1 Tarakan, Bapak Jasmin, S.Pd.,
menyampaikan apresiasi dan sambutan hangat, didukung penuh oleh Pengawas Pembina, Ibu Hetiniah, S.Pd., serta jajaran sekolah seperti Ibu Ridna Damayanti, M.Pd. (Waka Kesiswaan), Ibu Saputri Sri Lestari, S.Pd. (Koordinator BK), guru BK lainnya, dan turut hadir perwakilan komite sekolah, Bapak Pdt. Henry M. S.Pd., M.Th. dan Ibu Hj. Asta. Kelancaran acara juga berkat dukungan Bapak Semin, S.Pd. (Waka Sarpras) yang telah menyiapkan segala perlengkapan yang dibutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WITA ini menghadirkan dua narasumber ahli yang membagikan ilmu dan pengalaman mereka. Sesi pertama diisi oleh Ibu Bungatang, SKM., seorang penyuluh kesehatan ahli muda dari Puskesmas Karang Rejo sejak tahun 2020. Beliau memaparkan materi tentang "Olahraga dan Sarapan Sehat". Berdasarkan data penelitian di SMAN 1 Tarakan tahun 2024, terdapat 118 siswa dengan status gizi gemuk dan 78 siswa dengan status gizi obesitas, menunjukkan perlunya intervensi. Fakta juga menunjukkan 81% remaja dunia kurang gerak (WHO, 2023) dan 64% remaja Indonesia kurang olahraga (Riskesdas, 2018), dengan dampak berupa obesitas, jantung, dan lainnya. Selain itu, 65% anak Indonesia tidak sarapan (Riskesdas, 2018), yang berdampak pada kelelahan, sulit fokus, dan kebiasaan jajan sembarangan.
Ibu Bungatang menekankan pentingnya sarapan pagi untuk memberikan energi yang dibutuhkan tubuh anak sekolah agar bisa beraktivitas, membantu anak lebih fokus pada pelajaran, bersemangat dalam beraktivitas, dan terhindar dari penyakit seperti maag, sakit perut, dan pusing. Komposisi sarapan sehat bergizi meliputi karbohidrat, sayur, buah-buahan, dan protein. Pentingnya olahraga bagi remaja juga disoroti, tidak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk pengembangan sosial dan mental, mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan konsentrasi, meningkatkan kepercayaan diri, dan mencegah penyakit kronis. WHO merekomendasikan olahraga 60 menit per hari untuk remaja. Orang tua memiliki peran krusial dalam menjadi contoh gaya hidup sehat, menyediakan sarapan sehat, mengajak anak beraktivitas fisik ringan, dan mengatur waktu tidur anak.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Ibu Fanny E. Sumajouw, S.Psi, Psikolog, atau yang akrab disapa Bunda Fanny. Beliau adalah Founder/Owner Yayasan Bening Hati Tarakan, Ketua PUSPA (Perlindungan Perempuan & Anak) Provinsi
Kaltara, dan Psikolog/Konselor UPTD-PPA Provinsi Kaltara. Bunda Fanny menyampaikan materi mengenai "Pola Asuh Orang Tua". Beliau menjelaskan bahwa pola asuh adalah aktivitas orang tua yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal, sebuah proses interaksi orang tua pada anak yang dilakukan terus menerus, serta proses yang mendukung perkembangan fisik, emosi, sosial, dan intelektual anak dari masa kecil hingga dewasa. Keluarga adalah tempat belajar pertama dan terpenting bagi anak. Pola asuh diterapkan sejak dalam kandungan, kelahiran, masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa muda.
Bunda Fanny juga membahas mengenai kecanduan gadget pada remaja, yang bisa disebabkan oleh riwayat gangguan kesehatan mental, rendahnya harga diri, atau kurangnya dukungan di rumah dan hubungan keluarga yang buruk. Kecanduan teknologi dan internet dapat berdampak pada masalah kesehatan fisik dan psikologis, termasuk depresi, kesendirian, gelisah, agresi, kurang empati, fobia sosial, dan kurang kontrol diri secara psikologis. Secara fisik, dampaknya bisa berupa kebiasaan makan buruk yang menyebabkan kurang gizi atau obesitas, kualitas tidur buruk, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Untuk mengatasi perubahan perilaku pada anak, orang tua perlu memperbaiki pola asuh di rumah, meningkatkan komunikasi aktif dan efektif, menciptakan quality time yang intens, memperbanyak motivasi dan sugesti, serta menanamkan aspek religi sejak dini. (fr-humas)
Photografer: Denny
Leave A Comment